Jumat, 14 November 2008

- Pubertas


Pubertas merupakan masa peralihan antar masa kanak-kanak dan masa dewasa. Tidak ada batas yang tajam antara akhir masa kanak-kanak dan awal masa pubertas, akan tetapi dapat dikatakan bahwa pubertas mulai dengan awal berfungsinya ovarium. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. Pubertas adalah periode perkembangan manusia selama terjadinya maturasi pertumbuhan fisik dan seksual.


Secara klinis pubertas mulai dengan timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder, dan berakhir kalau sudah ada kemampuan reproduksi. Pubertas pada wanita mulai kira-kira pada umur 8-14 tahundan berlangsung ± selama 4 tahun.


Awal pubertas jelas dipengaruhi oleh bangsa, iklim, gizi dan kebudayaan. Pada abad ini secara umum ada pergeseran permulaan pubertas ke arah umur yang lebih muda, yang diterangkan dengan meningkatnya kesehatan umum dan gizi.


Kejadian yang penting dalam pubertas ialah pertumbuhan badan yang cepat, timbulnya ciri-ciri kelmin sekunder, menarche, dan perubahan psikis. Apa yang primer menyebabkan mulainya pubertas belum diketahui. Yang diketahui ialah bahwa ovarium mulai berfungsi di bawah pengaruh hormon gonadotropin dari hipofisis, dan hormon ini dikeluarkan atas pengaruh Releasing Factor dari hipotalamus. Dalam ovarium folikel mulai tumbuh dan walaupun folikel-folikel itu tidak sampai menjadi matang karena sebelumnya menglami atresia, namun folikel-folikel tersebut sudah sanggup mengeluarkan esterogen. Pada saat yang kira-kira bersamaan korteks kelenjar suprarenal mulai membentuk androgen, dan hormon ini memegang peranan dalam pertumbuhan badan.


Pengaruh peningkatan hormon yang pertama-tama nampak ialah pertumbuhan badan anak yang lebih cepat, terutama ekstermitasnya, dan badan lambat laun mendapat bentuk sesuai dengan jenis kelamin. Walaupun ada pengaruh hormon somatotropin, diduga bahwa pada wanita kecepatan pertumbuhan terutama disebabkan oleh esterogen. Esterogen ini pula yang pada suatu waktu menyebabkan penutupan garis epifisis tulang-tulang sehingga pertumbuhan badan berhenti. Pengaruh esterogen yang lain ialah bahwa pertumbuhan genitalia interna, genitalia eksterna, dan ciri-ciri kelamin sekunder. Dalam masa pubertas genitalia interna dan genitalia eksterna lambat laun tumbuh mencapai bentuk dan sifat seperti pada masa dewasa.


Perkembangan dalam bidang rohani ialah penyesuaian diri dalam alam terlindung serta aman menuju ke arah alam berdiri sendiri dan bertanggung jawab; dari alampikiran egosentrik ke alam pikiran yang lebih matang.


A. Pengertian


Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dalam kehidupan kita biasanya dimulai saat berumur delapan hingga sepuluh tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa ini memang pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada cewek pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. Kini, dikenal adanya pubertas dini pada remaja. Penyebab pubertas dini ialah bahwa bahan kimia DDT sendiri, DDE, mempunyai efek yang mirip dengan hormon estrogen. Hormon ini diketahui sangat berperan dalam mengatur perkembangan seks wanita.


B. Ciri-ciri Pubertas


Seorang anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang gadis. Untuk seorang anak perempuan, tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, biasanya lebih lambat, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks.


C. Penyebab munculnya pubertas


Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.

Hormon seks yang mempengaruhi perempuan adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di indung telur, sedangkan pada laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron. Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan mempengaruhi alat-alat dalam tubuh sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan.



Dikutip dari berbagai sumber




Kamis, 13 November 2008

- Persaingan Di Era Globalisasi


Persaingan memang terjadi dalam kehidupan manusia di muka bumi ini, dan sesuai dengan Hukum Alam yang tetap lurus pada jalurnya, maka siapa yang kuat dialah yang menang. Jadi jangan biarkan kita menjadi orang yang lemah, yang akan cenderung menjadi pecundang dan orang yang merugi! Dalam era globalisasi, jangan sampai kita tergombalisasi! Namun persaingan harus beradab, beraturan dan terkendali, sebab bila terjadi persaingan bebas tanpa aturan dan kendali, maka persaingan akan cenderung berubah menjadi penindasan si Lemah oleh si Kuat, si Miskin oleh si Kaya dan seterusnya, yang akan berakibat berubahnya kebudayaan manusia menjadi kebiadaban. Beruntunglah kita mempunyai “Ketuhanan yang maha Esa” dan “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, sehingga tidak terjadi persaingan bebas. Terlebih adanya Agama dalam kehidupan universal manusia pada umumnya menjadi landasan yang lebih luhur dari kebudayaan, dan Agama Islam pada khususnya telah dengan tegas meletakkan dasar perlindungan bagi si Lemah.


Surat Al-Baqarah ayat 267 mengemukakan: “Hai orang-orang beriman! Nafkahkanlah sebagian hasil usahamu yang baik…….jangan sengaja kamu berikan yang tidak baik, yang kamu sendiri tidak mau menerimanya!”. Surat Adz-Dzaariyat ayat 19 menyebutkan: “Dan dalam tumpukan hartanya terdapat bagian dari orang yang minta-minta dan orang miskin yang tak mempunyai apa-apa”. Memang “Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakiNya dan Dia pula yang membatasinya” (Surat Al-‘Ankabut ayat 62).

Namun demikian, batas antara siapa yang dilapangkan dan siapa yang dibatasi rezekinya tidaklah jelas, oleh karena di dunia ini masalah batas memang tidak pernah jelas! Contohnya: Tidak mudah untuk menentukan batas utara dan selatan, serta di mana gerangan batas antara timur dan barat? Oleh karena itu, masalah batas ini, khususnya batas antara yang diwajibkan, yang diizinkan dan yang dilarang Allah SWT harus selalu dicari, dicermati, dipelajari dan dikaji secara teliti, agar jangan sampai kita tersesat ke dalam daerah yang dilarang Allah SWT. Hal ini berarti bahwa, baik mereka yang dilapangkan maupun mereka yang dibatasi rezekinya, sesungguhnya mereka sedang diuji bagaimana tingkat ketaqwaan dan ketaatannya kepada Allah SWT. Mereka yang lebih tinggi tingkat ketaqwaan dan ketaatannya, akan menempatkan dirinya sebagai orang yang dilapangkan rezekinya dan akan menafkahkan sebagian dari hasil usahanya yang baik; sebaliknya orang yang kurang tinggi tingkat ketaqwaan dan ketaatannya, akan menempatkan dirinya sebagai orang yang dibatasi rezekinya dan dengan sendirinya tidak akan menafkahkan sebagian dari hasil usahanya, bahkan akan menunggu diberi nafkah oleh orang lain.

Memang Allah SWT yang melapangkan dan membatasi rezeki bagi siapa yang dikehendaki, akan tetapi lapang dan sempitnya rezeki seseorang juga berkaitan dengan kemampuan menggunakan otak dan ototnya, artinya sangat tergantung kepada kemauan dan kesungguhannya untuk berpikir dan berusaha! Berpikir tanpa berusaha (mewujudkan pemikirannya), tidak akan menghasilkan sesuatu, sebaliknya berusaha tanpa berpikir, tidak akan menghasilkan sesuatu yang berharga! Dalam perwujudannya, hasil usahanya akan tergantung kepada kemauan dan kemampuannya untuk berpikir dan kecerdikannya memanfaatkan kekuatan ototnya, serta ditentukan pula oleh daya tahannya. Orang yang mempunyai daya tahan yang tinggi adalah orang yang tangguh, artinya ialah orang itu mempunyai derajat sehat dinamis yang tinggi, yaitu orang itu tidak mudah lelah; dan orang-orang yang tidak mudah lelah mempunyai kemampuan bekerja yang lebih besar. Daya tahan, khususnya ketahanan dalam aspek jasmaniah (fisik), berhubungan dengan kemampuannya mengambil O2, dan O2 terdapat bebas di udara! Siapapun bebas mengisap O2 dari udara secara gratis sebanyak kemauan dan kemampuannya. Ingat, jangan sampai Anda mengisap O2 di Rumah Sakit, karena kalau mengisap O2 di Rumah Sakit, Anda harus bayar!

Sesungguhnya Allah SWT maha adil terhadap hamba-hambaNya! Akan tetapi kemauan untuk mengambil O2 yang banyak, belum tentu disertai dengan kemampuan yang sesuai untuk itu! Orang yang mampu mengambil O2 dari udara dalam jumlah yang lebih banyak, akan mempunyai daya tahan yang lebih besar! Lalu siapa yang menentukan besar kemampuan untuk mengambil O2 dari udara ini? Tidak ada orang lain yang menentukannya kecuali diri kita sendiri! Bagaimana kita dapat mempertinggi kemampuan mengambil O2 ini? Salah satunya dengan melakukan Olahraga aerobik yang merupakan Olahraga yang paling mudah dan paling murah, karena dapat dilakukan tanpa peralatan apapun. Olahraga Kesehatan aerobik akan lebih baik bila dilakukan tanpa mengenakan sepatu, karena sol sepatu yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita yaitu telapak kaki justru akan menjadi lebih tebal bila kita melakukan Olahraga aerobik (berjalan atau jogging) tanpa bersepatu! Hal yang sebaliknya akan terjadi pada sepatu yang kita beli meski dengan harga yang mahal sekalipun. Telapak sepatu kita secara pasti akan rusak dan terkikis! Inilah beda antara alat buatan manusia dengan alat buatan Allah SWT, alat buatan manusia akan cepat rusak bila dipergunakan, sebaliknya alat buatan Allah SWT justru lebih cepat rusak bila tidak dipergunakan.

Jadi, orang yang melakukan Olahraga Kesehatan sesungguhnya adalah orang yang sedang mensyukuri nikmat sehat karunia Allah SWT, ia sedang memelihara dan/atau meningkatkan derajat sehat dinamisnya, dan dengan demikian ia menjadi orang yang tidak mudah lelah dan karena itu mempunyai kemampuan kerja yang lebih besar! Sebaliknya orang yang tidak memelihara derajat sehat dinamisnya, sesungguhnya ia sedang menganiaya dirinya sendiri karena ia sedang membuat dirinya termasuk golongan orang-orang yang lemah dan mudah lelah!

Wahai siswa siswi SMP Al Azhar BSD generasi muda harapan bangsa, persiapkan dirimu dan berjuanglah untuk menghadapi masa depanmu, cermati era globalisasi yang akan menghadirkan persaingan dalam kehidupan yang semakin berat, semakin ketat dan semakin keras; tekunlah berusaha dan khusyu’ berdoa, jangan biarkan dirimu dalam keadaan lemah, agar dapat memenangkan persaingan secara beradab dan terhindar dari kezhaliman dalam persaingan! Dalam era globalisasi, jangan sampai kita tergombalisasi! Ingat : Hukum alam tetap lurus pada jalurnya!

Norman Sani, S,Pd. (Guru Pend. Jas, OR dan Kes. SMP I Al Azhar BSD)

E-mail : www.norman_bageur95@yahoo.com